BMYSite – Tips Memilih Nama Domain yang Mudah Diingat | Memilih nama domain bukan sekadar memilih alamat website, memilih nama domain adalah langkah penting dalam membangun identitas online Anda. Nama domain yang tepat akan membuat website Anda mudah ditemukan, mudah diingat, dan memberikan kesan profesional sejak awal.
Berikut panduan lengkap yang bisa Anda terapkan:
1. Pilih Nama yang Singkat dan Mudah Diingat
Nama domain yang pendek dan sederhana cenderung lebih mudah diingat oleh pengguna. Nama yang terlalu panjang atau rumit bisa mempersulit pengunjung mengetik atau mengingatnya kembali.
Misalnya, dibandingkan menggunakan “jualan-produk-digital-terbaik.com”, lebih baik “produkDigital.com” atau “digitalProduk.id”.
2. Pastikan Mudah Dieja dan Dikatakan
Ketika Anda menyebut nama domain ke seseorang (misalnya lewat suara), pastikan mereka bisa langsung mengejanya atau mengetiknya dengan benar. Hindari penggunaan angka, karakter khusus, atau pengejaan aneh yang memicu kesalahan.
Contoh yang kurang ideal: “4uDesign.com” (pengguna bingung apakah “4” atau “for”).
Contoh yang lebih baik: “DesignForYou.com”.
3. Gunakan Kata Kunci yang Relevan (Jika Memungkinkan)
Meski nama domain bukan faktor utama SEO seperti konten atau backlink, memiliki kata kunci yang relevan tetap bisa memberi sinyal kepada pengguna dan mesin pencari tentang apa yang Anda tawarkan.
Contoh: Jika niche Anda “pelatihan SEO”, maka domain seperti “TrainingSEO.com” atau “BelajarSEO.id” bisa relevan.
4. Pilih Ekstensi Domain yang Tepat
Ekstensi domain (TLD) seperti .com, .id, .co.id memiliki pengaruh dalam persepsi pengguna dan regionalitas. Untuk target pasar Indonesia, ekstensi seperti .id atau .co.id bisa menunjukkan “lokal” sehingga lebih terpercaya bagi pengguna dalam negeri. Namun jika Anda menargetkan pasar global, .com tetap menjadi pilihan paling umum dan mudah dikenali.
5. Hindari Tanda Hubung, Angka, dan Penggunaan Huruf Ganda
Tanda hubung (-), angka, atau huruf ganda bisa membuat domain menjadi sulit diingat atau mudah salah ketik.
Contoh yang kurang ideal: “tokobaju-murah24.com” — pengguna bisa lupa tanda hubung atau bingung angka “24”, Contoh yang lebih baik: “TokoBajuMurah.com”.
6. Pastikan Nama Domain Unik dan Brandable
Domain Anda tidak hanya sebagai alamat, tetapi juga sebagai bagian dari merek Anda. Pilih nama yang berbeda dari pesaing, mudah dibranding, dan tidak mudah tertukar dengan merek lain.
Brandable berarti: nama yang punya karakter, mudah diingat, dan bisa tumbuh bersama bisnis Anda.
7. Pertimbangkan Jangka Panjang dan Skalabilitas
Hindari memilih nama domain yang sangat spesifik sehingga membatasi ekspansi di masa depan. Jika Anda memulai dengan niche tertentu namun berencana memperluas, pilih nama yang cukup fleksibel.
Contoh: Jika sekarang fokus “kopi Jakarta”, tapi mungkin akan ke “kuliner Indonesia”, maka nama seperti “KulinerJakarta” mungkin terlalu terbatas dibanding “KulinerNusantara.com”.
8. Cek Ketersediaan dan Legalitas
Sebelum mendaftar domain, pastikan nama tersebut belum digunakan atau dilindungi merek dagang. Penggunaan nama yang melanggar hak cipta bisa menimbulkan masalah di masa depan. Selain itu, cek juga apakah nama domain yang sama atau sangat mirip tersedia di media social, karena konsistensi nama di website dan media sosial membantu brand Anda lebih mudah dikenali.
9. Daftar Domain Segera Setelah Anda Menemukan yang Tepat
Karena banyak domain bagus cepat diambil, begitu Anda menemukan nama yang memenuhi kriteria di atas, segera daftarkan agar tidak kehabisan atau diambil pihak lain. Menunda bisa menyebabkan Anda harus menggunakan nama alternatif yang kurang ideal.
10. Uji Nama Domain Anda
Sebelum finalisasi, coba ucapkan ke teman atau kolega, lalu mintalah mereka mengetik nama domain tersebut. Apakah mereka bisa mengejanya dengan benar? Apakah terdengar jelas? Apakah mudah diingat? Jika banyak yang kesulitan, pertimbangkan untuk memilih opsi lain.
Memilih nama domain yang mudah diingat adalah langkah penting yang akan memberi dampak pada branding, pengalaman pengguna, dan potensi pertumbuhan website Anda. Fokuslah pada nama yang singkat, mudah dieja, relevan dengan niche Anda, brandable, dan siap untuk jangka panjang.
Dengan memperhatikan tips-tips di atas, Anda akan memiliki domain yang kuat sebagai fondasi kehadiran online Anda dan buat website kamu di jasa website terpercaya BMYSite sekarang.
FAQ – Tips Memilih Nama Domain yang Mudah Diingat
Nama domain yang mudah diingat membantu calon pengunjung menemukan situs Anda lebih cepat, memperkuat branding, dan meningkatkan peluang dikunjungi kembali tanpa harus mencari lewat mesin pencari.
Pilih nama yang singkat, relevan dengan bisnis, mudah diucapkan, serta hindari penggunaan angka dan tanda hubung. Gunakan kata kunci utama bila memungkinkan agar mudah ditemukan di Google.
Ekstensi .com masih paling populer dan dipercaya. Namun, jika sudah digunakan, Anda bisa mempertimbangkan .id, .co, atau .net tergantung target audiens dan jenis bisnis.
Domain yang rumit membuat pengunjung sulit kembali ke website Anda, menurunkan trafik langsung (direct traffic), dan mengurangi peluang brand dikenal secara luas.
Ya, nama domain yang relevan dengan kata kunci dapat sedikit membantu SEO, terutama dalam hal klik organik. Namun, faktor utama tetap pada kualitas konten, struktur website, dan backlink.
Anda bisa menambahkan kata deskriptif seperti lokasi, bidang usaha, atau merek Anda (misalnya: tokobungaidaman.com atau kopiindonesia.id) atau menggunakan ekstensi domain alternatif yang tetap profesional.





Leave feedback about this